
Lensainvestigator.com, Kendari — Polemik terkait pembukaan ikon maskot Kota Kendari kini menjadi sorotan luas di berbagai media lokal maupun nasional. Kegiatan yang awalnya diharapkan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kendari justru menimbulkan gelombang kritik publik, menyusul pencabutan tiba-tiba tanpa adanya permohonan maaf atau klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah.
Ikon maskot yang semestinya merepresentasikan identitas, semangat, dan kearifan lokal masyarakat Kota Kendari justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah kalangan publik. Banyak pihak menilai langkah pembukaan dan kemudian pencabutan ikon tersebut dilakukan secara terburu-buru dan tidak transparan, sehingga ini menimbulkan kesan kurang menghargai aspirasi masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan alasan di balik pencabutan ikon tersebut. Absennya permohonan maaf atau klarifikasi publik memperkuat persepsi bahwa ada ketidaksiapan dalam pengelolaan simbol kota yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Kendari segera memberikan penjelasan terbuka dan bertanggung jawab atas kejadian ini, agar kepercayaan publik dapat dipulihkan. Keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam menghindari kesalahpahaman dan menjaga keharmonisan antara pemerintah dan masyarakat.
Polemik ini menjadi pelajaran penting bahwa setiap kebijakan publik, terlebih yang berkaitan dengan simbol daerah, harus dilandasi proses yang matang, partisipatif, dan menghormati nilai-nilai lokal dan keagamaan. “Ujar aiz”.
Keterbukaan, tanggung jawab, dan komunikasi publik yang baik adalah wujud penghormatan kepada masyarakat Kendari sebagai pemilik sah dari setiap simbol kota.
Kendari, 8 Oktober 2025
