Lensainvestigator.com, Kendari, – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa diduga tidak mampu menghentikan dan menangkap oknum mafia pengedar rokok ilegal yang beredar di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bahkan keberadaan Kantor Bea Cukai di Kendari perlu dipertanyakan. Sebab rokok ilegal merk Boss dengan berbagai Varian telah ramai beredar di kios – kios di Sultra, khususnya di Kota Kendari.
Tren konsumsi rokok ilegal merk boss yang tidak memiliki pita cukai ini semakin meningkat. Bagaimana tidak Rokok Ilegal sebelumnya ini ramai beredar dengan Merk Boss Coffee Latte. Karena pesatnya konsumsi rokok ilegal ini, kini mafia pengedar rokok ilegal tersebut menghadirkan Varian atau rasa yang baru yaitu Merk Boss Manggo Boost dengan kemasan isi 20 batang.
Kerugian negara didepan mata, Instansi terkait dalam hal ini Kantor Wilayah Bea Cukai Makassar maupun Kendari seakan takut untuk menangkap oknum pengedar rokok ilegal tersebut. Lantas, siapakah oknum dibalik peredaran luas rokok ilegal merk Boss ini ?.
Berdasarkan hasil investigasi dan informasi yang dihimpun oleh redaksi media ini bahwa oknum pengedar rokok ilegal tersebut berinisial H. ABS yang juga diduga salah satu pemilik minuman kemasan yang lokasi di Kabupaten Konawe Selatan.
Terkait hal ini, tak sedikit LSM, Aktivis dan Media yang menyoroti peredaran rokok ilegal di Sultra. Meskipun sorotan itu terhenti bak ditelan bumi.
Selain kerugian negara, peredaran rokok ilegal ini juga mengancam kesehatan masyarakat luas. Karena rokok ilegal tidak memenuhi kewajiban sebagai barang kena cukai yang ditandai dengan adanya pelanggaran pada penerapan pita cukai.
Oleh karena itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya perlu mengambil langkah tegas untuk mencopot Kepala Kanwil Bea Cukai Makassar dan Kepala Bea Cukai Kendari, serta mengevaluasi para pejabat Bea Cukai tersebut demi menyelamatkan atas kerugian negara dan kesehatan masyarakat luas.
